Sesungguhnya ada bermacam-macam jenis kejahatan yang dapat dilakukan dalam dunia siber ( cyber crime ) dalam beberapa literatur dan situs-situs yang mengetengahkan cyber crime, sesungguhnya berpuluh-puluh jenis kejahatan yang berkaitan dengan dunia cyber.
Yang masuk dalam kategori kejahatan umum yang difasilitasi teknologi informasi antara lain penipuan kartu kredit, penipuan bursa efek, penipuan perbankan, pornografi anak, perdagangan narkoba serta terorisme ( heru sutadi, 2003)
Selain kejahatan yang telah disebutkan di atas jenis kejahatan lainnya yang termasuk juga cyber crime adalah cracking. Cracking ini memiliki lingkup yang sangat luas mencakup pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus hingga melumpuhkan target sasaran.Yang masuk dalam kategori kejahatan umum yang difasilitasi teknologi informasi antara lain penipuan kartu kredit, penipuan bursa efek, penipuan perbankan, pornografi anak, perdagangan narkoba serta terorisme ( heru sutadi, 2003)
Penyebaran virus dalam dunia siber ini sering disebut dengan worm. Beberapa tahun yang lalu pernah terjadi kasus penyebaran virus “Melissa” dan “I love you” dalam dunia cyber.
Sementara di Indonesia, pernah terjadi kasus cyber crime yang berkaitan dengan perusakan situs web. Kasus ini telah terjadi berulang kali. Berikut uraian kasus yang pernah terjadi, yang menyerang (merusak) web Indonesia.
- Tahun 1998, setelah kerusuhan Mei cracker yang diduga berasal dari china menghantam situs pemerintah. Situs yang tidak beruntung itu adalah situs web milik BKKBN yang diserang oleh cracker yang menyebut dirinya disclosure. Serangan ini merupakan reaksi atas pemberitaan terhadap orang china di Indonesia yang menjadi korban kerusuhan tersebut. serangan ini mengakibatkan rusaknya situs tersebut. (agus raharjo, 2002:37)
- Tahun 2000, beberapa situs web Indonesia diacak-acak oleh cracker yang menamakan dirinya fabianclone dan naisenodni. Situs tersebut adalah antara lain milik Bca, bursa efek jakarta dan indosatnet (agus raharjo, 2002:37)
- Bulan september dan oktober 2000, seorang cracker dengan julukan fabianclone berhasil menjebol web milik bank Bali. Bank ini memberikan layanan internet banking pada nasabahnya. Kerugian yang ditimbulkan sangat besar dan mengakibatkan terputusnya layanan nasabah. (agus raharjo, 2002:38)
- April 2001, situs milik depag dan deperindag rusak oleh ulah cracker. Situs milik deperindag, tidak hanya dirusak tapi file-file nya dihapus. Sehingga administrator sistemnya tidak mendeteksi siapa yang menyerangnya. Dan lagi pula cracker tersebut tidak meninggalkan jejak. (agus raharjo, 2002:37)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar